Revitalisasi Kearifan Lokal Naskah-naskah Primbon Koleksi Masyarakat Indramayu
Keywords:
Revitalization, Local Wisdom, Primbon Manuscript, Indramayu, Revitalisasi, Kearifan Lokal, Naskah PrimbonAbstract
The primbon manuscript has concrete implications for social life, both concerning individual needs and collective needs of society. Various problems faced by the community some time ago, referring to the primbon as a reference, because the
truth has been tested, like a roadmap that will direct someone to a specific goal. The use of primbon is generally through "smart people" or dukun, who are considered to have more ability. In Indramayu, there are at least five types of primbon namely petungan
(calculation), pranata mangsa, ngalamat, prayers and spells, and predictions ‘ramalan'. Now the primbon manuscript is increasingly alienated from the inheritor's society, even though it contains a variety of local wisdom and knowledge that may still be relevant to
today's society. Therefore, an effort is needed to in still awareness of the urgency of the primbon of the community and reintroduce the contents of the primbon manuscripts, which can be done through a philological approach.
===
Naskah Primbon memiliki implikasi konkrit bagi kehidupan sosial, baik menyangkut kebutuhan perorangan maupun kebutuhan masyarakat secara kolektif. Berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat pada beberapa waktu lalu, merujuk
pada primbon sebagai acuannya, karena kebenarannya telah teruji, ibarat petunjuk jalanyang akan mengarahkan seseorang pada tujuan tertentu. Penggunaan atas primbon pada umumnya melalui “orang pintar” atau dukun, yang dianggap memiliki kemampuan
lebih. Di Indramayu, sedikitnya ada lima jenis primbon yaitu petungan (perhitungan), pranata mangsa, ngalamat, doa dan mantra, serta ramalan. Kini naskah primbon semakin terasing dari masyarakat pewarisnya, padahal di dalamnya memuat beragam kearifan
lokal dan ilmu pengetahuan yang mungkin masih relevan bagi masyarakat dewasa ini. Oleh karena itu diperlukan usaha menanamkan kesadaran akan urgensi primbon bagi masyarakat serta memperkenalkan kembali kandungan isi dari naskah-naskah primbon,
di antaranya dapat dilakukan melalui pendekatan filologi.
References
Baried, Siti Baroroh, dkk. 1985. Pengantar Teori Filologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Chodjim, Ahmad. 2007. Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga. Jakarta: Serambi.
Christomy, Tommy, dan Nurhata. 2016. Katalog Naskah Indramayu. Jakarta: Wedatama Widya Sastra (WWS).
Endraswara, Suwardi. 2003. Falsafah Hidup Jawa. Tangerang: Cakrawala.
Hasyim, Rafan. T.t. Alamat Gerhana. Naskah tidak diterbitkan. Koleksi Rafan Hasyim, Desa Kedawung, Cirebon.
Kalsum. 2010. “Kearifan Lokal dalam Wawacan Sulanjana: Tradisi Menghormati Padi pada Masyarakat Sunda di Jawa Barat, Indonesia.” Sosio Humanika 3(10): 79–94.
Kastiman. T.t. Kidung Rumaksa Ing Wengi, Kidung Nyi Puwaci, Kidung Teguh Rahayu, dan Primbon Pertanian. Naskah tidak diterbitkan. Koleksi Bapak Kastiman, Desa Amis, Indramayu.
Masta (alm.). T.t. Donga, Kidung Teguh Rahayu, dan Tafsir Mimpi. Naskah tidak diterbitkan. Koleksi Ki Masta (alm.), Desa Cikedung, Indramayu.
Nasmin. T.t. Primbon Itungan Naktu. Naskah tidak diterbitkan. Koleksi Ki Nasmin, Desa Dadap, Indramayu.
Nurhata. 2017. “Kidung Nabi: Analisis Tema dan Fungsi Sosial.” Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra 10(1): 45–56.
Nurul. T.t. Primbon Wayang. Naskah tidak diterbitkan. Koleksi Nurul, Desa Cikedung, Indramayu.
Samidi. 2016. “Tuhan, Manusia, dan Alam: Analisis Kitab Primbon Attasadhur Adammakna.” Shahih 1(1): 13–26.
Saputra, Karsono H. 2008. Pengantar Filologi Jawa. Jakarta: Wedatama Widya Sastra (WWS).
Sidiq, Achmad. 2008. “Kidung Rumeksa ing Wengi (Studi Tentang Naskah Klasik Bemuansa Islam).” Analisa 15(1): 83–96.
Sudardi, Bani. 2002. “Konsep Pengobatan Tradisional Menurut Primbon Jawa.” Humaniora 14(1): 12–19.
Tarka. T.t. Doa-doa (Sadat Kacerbonan), Doa-doa (Donga Kacerbonan), Donga Jawa (Donga Kacerbonan), dan Kidung Rumaksa ing Wengi. Naskah tidak diterbitkan. Koleksi Ki Tarka, Desa Cikedung, Indramayu.
Widodo, W. 2011. “Analisis Wacana Mantra Jawa.” Dalam Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra: Dahulu, Sekarang, dan Akan Datang. Madura: Universitas Trunojoyo.
Woodward, Mark. 2011. Java, Indonesia, and Islam. Dordrecht: Springer.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Manuskripta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.