Manuskripta https://manuskripta.manassa.id/index.php/journal <div><strong>MANUSKRIPTA</strong> (<a href="http://u.lipi.go.id/1398609532">ISSN: 2252-5343, e-ISSN: 2355-7605</a>) is a scholarly journal published by the Indonesian Association for Nusantara manuscripts or <a href="http://www.manassa.id/">Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA)</a>. It focuses to publish research-based articles on the study of Indonesian and Southeast Asian (Nusantara) manuscripts.</div> <p><strong data-path-to-node="2,0" data-index-in-node="0">MANUSKRIPTA</strong> aims to preserve and explore the diversity of Nusantara manuscripts while integrating local insights into global academic discourse. Published biannually in <strong>June and December</strong>, the journal is dedicated to providing students, researchers, scholars, librarians, and collectors with the latest scholarly developments in the field. We welcome contributions in both Indonesian and English concerning the study of manuscripts from Indonesia and the broader Southeast Asian (Nusantara) region. To ensure the highest standards of excellence, all submissions undergo a rigorous peer-review process.</p> <div> </div> <div> <div><strong>MANUSKRIPTA</strong> has been accredited by The Ministry of Research and Technology /National Agency for Research and Innovation, Republic of Indonesia as an academic journal (<a href="https://drive.google.com/file/d/1W0VqV7coRMoi_erc_fvvbJMy941wU6k4/view?usp=sharing">Decree No. 148/M/KPT/2020</a>). The Journal has been ranked 3rd in SINTA. </div> </div> Masyarakat Pernaskahan Nusantara en-US Manuskripta 2252-5343 Membaca Kembali Keberagamaan Gender dan Orientasi Seksual dalam Kesusastraan Jawa Tradisional https://manuskripta.manassa.id/index.php/journal/article/view/193 <p>Gender and sexual orientation diversity existed in many societies around the world and has been recognized in Javanese literature for a long time. This study aims to present a new perspective on understanding LGBTQ+ content in Javanese literature. This research uses comparative literature method with a lesbian-gay criticism approach. The texts that were compared in this research include <em>Ślokāntara, Wṛhaspati Tattwa, Kuṭaramānawa, Wirāṭaparwwa, Sĕrat Cĕnthini, Pakĕm Ringgit Gĕdhog, Panji Jayakusuma, Panji Kuda Narawangsa, Panji Bĕdhah Bali, </em>and<em> Panji Murtasmara</em>.. From the texts that were compared, various forms of gender diversity, sexual orientation, and narratives about same-sex love were found. LGBTQ+ elements show the relationship between the existence of masculine and feminine elements in one body. LGBTQ+ in Javanese literature is seen as a deficiency that is inherent in humans. Even so, LGBTQ+ is a condition that has been destined by God. In certain matters, such as the existence of neutral gender in Javanese-Balinese literature, it cannot be separated from the religious-mystical aspect.</p> <p>===</p> <p>Keragaman gender dan orientasi seksual merupakan salah satu bagian dari kehidupan masyarakat di seluruh dunia dan telah sejak lama dikenal dalam kesusastraan Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan sudut pandang baru dalam memahami muatan LGBTQ+ di dalam karya sastra Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan sastra bandingan dengan pendekatan kritik sastra lesbian-gay. Teks yang dibandingkan meliputi <em>Ślokāntara, Wṛhaspati Tattwa, Kuṭaramānawa, Wirāṭaparwwa, Sĕrat Cĕnthini, Pakĕm Ringgit Gĕdhog, Panji Jayakusuma, Panji Kuda Narawangsa, Panji Bĕdhah Bali, </em>dan <em>Panji Murtasmara. </em>Dari teks-teks yang dibandingkan, terdapat berbagai bentuk keragaman gender, orientasi seksual, dan narasi tentang cinta sesama jenis. Unsur-unsur LGBTQ+ memperlihatkan relasi keberadaan unsur maskulin dan feminin dalam satu tubuh. LGBTQ+ dalam karya sastra Jawa dipandang sebagai suatu kekurangan yang melekat pada manusia, tetapi juga dipandang sebagai takdir. Dalam hal tertentu seperti keberadaan gender netral dalam kesusastraan Jawa-Bali tidak dapat dilepaskan dari aspek religius-mistik.</p> Naufal Anggito Yudhistira Copyright (c) 2026 Manuskripta https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-09 2026-01-09 15 2 153 181 10.33656/manuskripta.v15i2.193 Refleksi Konsep Sufistik Perempuan: Tinjauan terhadap Naskah Raden Dewi Murtasiya https://manuskripta.manassa.id/index.php/journal/article/view/180 <p>Sufi figures serve as inspirational narratives capable of shaping the social construct of Sufic dynamics studied by women. The representation of Raden Murtasiya as a spiritual figure in ancient Javanese manuscripts provides profound insights into understanding domestic family relationships through a Sufi perspective. This study aims to examine the reflection of Raden Murtasiya as a symbol of female Sufism within the <em data-path-to-node="2,0" data-index-in-node="421">Raden Murtasiya</em> manuscript. The Sufi teachings in this text practice the values of asceticism (<em data-path-to-node="2,0" data-index-in-node="516">zuhd</em>), patience (<em data-path-to-node="2,0" data-index-in-node="533">sabr</em>), and sincerity (<em data-path-to-node="2,0" data-index-in-node="555">ikhlas</em>) as the foundation for bridging Sufic principles with the domestic sphere. Using a philological approach, the methodology encompasses manuscript inventory, description, transliteration, and translation. This research utilizes a comparative study between the <em data-path-to-node="2,0" data-index-in-node="820">Raden Murtasiya</em> manuscript from the British Library (Endangered Archives Programme) and the collection of the Sonobudyo Museum as documented in Fajar Wijanarko’s work. The findings indicate that Raden Murtasiya exemplifies an expressive and active form of Sufism. The Sufic values within this manuscript foster spiritual consciousness through Raden Murtasiya's journey.</p> <p>===</p> <p>Tokoh sufi menjadi kisah inspiratif yang mampu memberikan konstruk sosial terhadap dinamika tasawuf yang dipelajari oleh perempuan. Representasi Raden Murtasiya sebagai tokoh spritual pada naskah kuno Jawa, memberikan pemahaman dalam memahami hubungan domestik keluarga perspektif tasawuf. Penelitian ini bertujuan untuk melihat refleksi Raden Murtasiya sebagai simbol sufi perempuan pada naskah <em>Raden Murtasiya</em>. Ajaran tasawuf pada pada naskah <em>Raden Murtasiya</em> mengamalkann nilai-nilai kezuhudan, sabar, kemudian ikhlas sebagai dasar ajaran antara nilai tasawuf dengan ranah hubungan rumah tangga. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan filologi dimulai dari Inventarisasi naskah, deskripsi naskah, transliterasi, dan terjemahan. Perbandingan naskah yang digunakan ialah naskah <em>Raden Murtasiya</em> koleksi the British Library (Endangered Archive Programme) dan koleksi Museum Sonobudyo dari buku Karya Fajar Wijanarko. Hasil penelitian ini menunjukkan Raden Murtasiya menunjukkan ajaran tasawuf yang ekspresif dan aktif. Nilai-nilai sufistik pada naskah ini dapat membentuk kesadaran spritual melalui perjalanan Raden Murtasiya.</p> Erro Witjaya Kusuma Hanafi Copyright (c) 2026 Manuskripta https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-08 2026-01-08 15 2 183 204 10.33656/manuskripta.v15i2.180 Perkembangan Kajian Pernaskahan di Portal Garuda https://manuskripta.manassa.id/index.php/journal/article/view/182 <p><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">The manuscripts, as part of Indonesian literary works, have been a consistently interesting object of study throughout history. The numbers of these studies raise questions&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">regarding</span><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">&nbsp;the current growth of manuscript studies in Indonesia. This study aims to describe the growth of manuscript studies through journal articles in Indonesia. The method used is a literature study by searching on the Garuda portal. The keywords used for the search are '</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW50745189 BCX5">naskah</span><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SpellingErrorV2Themed SCXW50745189 BCX5">kuno</span><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">’ and manuscripts. Data&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">presentations are</span><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">&nbsp;conducted descriptively quantitatively.&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">There are 372 articles that were found that&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">contain</span><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">&nbsp;manuscript studies.</span><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">&nbsp;The study of manuscripts has growth over the years. The most rapid growth occurred in 202</span><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">4</span><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">, with 59 articles examining manuscripts. The themes of manuscript studies found are quite diverse, such as manuscript searching, preservation, transliteration, and even the creative industry and ancient manuscripts. This paper limited to only one online portal site, but the results of this study are expected to provide&nbsp;</span><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">an initial</span><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">&nbsp;overview of the growth of manuscript studies in Indonesia.</span></p> <p><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">===</span></p> <p><span class="NormalTextRun SCXW50745189 BCX5">Naskah kuno atau terkadang disebut juga dengan manuskrip sebagai bagian dari karya tulis nusantara telah menjadi objek kajian yang selalu menarik dari masa ke masa. Banyaknya kajian tersebut memunculkan sebuah pertanyaan terkait bagaimana perkembangan kajian pernaskahan di Indonesia saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan perkembangan artikel-artikel jurnal yang mengkaji tentang naskah kuno di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan melakukan penelusuran pada portal Garuda. Kata kunci yang digunakan untuk penelusuran adalah naskah kuno dan manuskrip. Pemaparan data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil temuan terdapat 372 artike kajian tentang pernaskahan di Indonesia. Kajian tentang naskah kuno mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Perkembangan yang sangat pesat terjadi pada tahun 2024, yaitu sejumlah 59 artikel yang mengkaji naskah kuno. Tema kajian naskah kuno yang berhasil ditemukan cukup beragam, seperti penelusuran naskah, preservasi, digitalisasi, alih aksara, sampai dengan industri kreatif dan naskah kuno. Meskipun hanya terbatas pada satu situs portal online saja, namun hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran awal terkait perkembangan kajian pernaskahan di Indonesia.</span></p> Fiqru Mafar Budhi Santoso Copyright (c) 2026 Manuskripta https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-08 2026-01-08 15 2 205 231 10.33656/manuskripta.v15i2.182 Kesinambungan dan Diskontinuitas dalam Kajian Pernaskahan Islam Nusantara: Analisis Bibliometrik dan Jaringan Sitasi Penelitian Naskah Kitab al-Samarqandī (1881–2023) https://manuskripta.manassa.id/index.php/journal/article/view/190 <p>The study of Nusantara Islamic manuscripts, like academic studies in general, is grounded in the need to address existing research gaps while offering scholarly novelty. Thus, manuscript studies can foster sustainable scholarly discourse. However, research isolated from the broader landscape of related studies remains prevalent. This study aims to map the citation network of Nusantara Islamic manuscript studies, with a case study that focuses on the <em>al-Samarqandī</em> manuscript of Abū al-Layth. Using a bibliometric literature review, this study analyzes citation patterns across publications to uncover their underlying material realities. The findings reveal a discontinuity in studies of the <em>al-Samarqandī</em> manuscript between 1881 and 2023. This condition is attributed to the complexity of the manuscript tradition as well as disparities in the circulation and accessibility of academic references. Therefore, reforming academic culture, strengthening research infrastructure, and revitalizing multidisciplinary approaches to manuscript studies are essential for sustaining scholarly development in this field.</p> <p>===</p> <p>Kajian naskah Islam Nusantara, sebagaimana studi akademik pada umumnya, berpijak pada kebutuhan untuk mengisi celah penelitian sekaligus menawarkan kebaruan ilmiah. Dengan demikian, studi naskah dapat mendorong diskursus keilmuan yang berkelanjutan. Namun, riset yang terisolasi dari lanskap studi terkait masih sering ditemukan. Penelitian ini bertujuan memetakan jaringan sitasi naskah Islam Nusantara, dengan studi kasus pada naskah <em>al-Samarqandī</em> karya Abū al-Layth. Menggunakan tinjauan pustaka bibliometrik, studi ini menganalisis pola sitasi di berbagai publikasi untuk mengungkap realitas materi di baliknya. Temuan menunjukkan adanya diskontinuitas dalam studi naskah <em>al-Samarqandī</em> antara tahun 1881 dan 2023. Kondisi ini disebabkan oleh kompleksitas tradisi naskah serta ketimpangan sirkulasi dan aksesibilitas referensi akademik. Oleh karena itu, reformasi budaya akademik, penguatan infrastruktur penelitian, dan revitalisasi pendekatan multidisiplin sangat penting untuk menjaga keberlanjutan perkembangan ilmiah di bidang ini.</p> <p> </p> Muhammad Nabil Fahmi Copyright (c) 2025 Manuskripta https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-08 2026-01-08 15 2 233 267 10.33656/manuskripta.v15i2.190 Hibah Naskah DREAMSEA dan Strategi Pelestarian Ingatan Kolektif Nusantara https://manuskripta.manassa.id/index.php/journal/article/view/173 <p>The preservation of Nusantara manuscripts is not merely a philological task but a cultural practice demanding activism, advocacy, and the active involvement of manuscript owners as guardians of collective memory. Ancient manuscripts serve as both historical artifacts and living sources of knowledge continuously negotiated within their owning communities. In 2024, DREAMSEA (Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia) donated eight years of digitization results to the National Library of Indonesia, marking the largest grant in the institution’s history. This momentum represents three key dimensions: first, knowledge activism rooted in ethical relationships with manuscript owners; second, institutional advocacy that strengthens the state’s role without diminishing the cultural authority of local communities; and third, transnational collaboration transformed into national legitimacy. The DREAMSEA grant demonstrates that ideal manuscript preservation is built upon an equal partnership between owners, local communities, and state institutions. Integrating community roles with state policy support is essensial to ensure manuscripts remain living, accessible knowledge sources for the future of Indonesian philology.</p> <p>===</p> <p>Pelestarian naskah Nusantara tidak semata kerja filologis, melainkan praktik kultural yang menuntut aktivisme, advokasi, dan keterlibatan pemilik manuskrip sebagai penjaga ingatan kolektif. Naskah kuno berfungsi sebagai artefak historis dan sumber pengetahuan hidup yang terus dinegosiasikan dalam komunitas pemiliknya. Pada 2024, DREAMSEA (<em>Digital Repository of Endangered and Affected Manucripts in Southeast Asia</em>) menghibahkan hasil digitalisasi naskah selama delapan tahun kepada Perpustakaan Nasional RI, menjadi hibah terbesar dalam sejarah lembaga tersebut. Momentum ini merepresentasikan tiga dpertama, aktivisme pengetahuan yang berangkat dari relasi etis dengan pemilik manuskrip; kedua, advokasi institusional yang memperkuat peran negara tanpa meniadakan otoritas kultural komunitas; dan ketiga, kolaborasi transnasional yang bertransformasi menjadi legitimasi nasional. Hibah DREAMSEA memperlihatkan bahwa pelestarian naskah idealnya dibangun atas kemitraan setara antara pemilik manuskrip, komunitas lokal, dan institusi negara. Integrasi peran masyarakat dan dukungan kebijakan negara sangat penting untuk memastikan naskah tetap hidup sebagai sumber pengetahuan yang bisa diakses bagi masa depan filologi Indonesia.</p> Lilis Shofiyanti Hadi Rahman Copyright (c) 2025 Manuskripta https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-01-08 2026-01-08 15 2 269 293 10.33656/manuskripta.v15i2.173