Membaca Kembali Keberagamaan Gender dan Orientasi Seksual dalam Kesusastraan Jawa Tradisional
DOI:
https://doi.org/10.33656/manuskripta.v15i2.193Keywords:
LGBTQ , Javanese literature, Gender, Sexual Orientation, Gender Neutral, Sastra Jawa, Orientasi Seksual, Gender NetralAbstract
Gender and sexual orientation diversity existed in many societies around the world and has been recognized in Javanese literature for a long time. This study aims to present a new perspective on understanding LGBTQ+ content in Javanese literature. This research uses comparative literature method with a lesbian-gay criticism approach. The texts that were compared in this research include Ślokāntara, Wṛhaspati Tattwa, Kuṭaramānawa, Wirāṭaparwwa, Sĕrat Cĕnthini, Pakĕm Ringgit Gĕdhog, Panji Jayakusuma, Panji Kuda Narawangsa, Panji Bĕdhah Bali, and Panji Murtasmara.. From the texts that were compared, various forms of gender diversity, sexual orientation, and narratives about same-sex love were found. LGBTQ+ elements show the relationship between the existence of masculine and feminine elements in one body. LGBTQ+ in Javanese literature is seen as a deficiency that is inherent in humans. Even so, LGBTQ+ is a condition that has been destined by God. In certain matters, such as the existence of neutral gender in Javanese-Balinese literature, it cannot be separated from the religious-mystical aspect.
===
Keragaman gender dan orientasi seksual merupakan salah satu bagian dari kehidupan masyarakat di seluruh dunia dan telah sejak lama dikenal dalam kesusastraan Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan sudut pandang baru dalam memahami muatan LGBTQ+ di dalam karya sastra Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan sastra bandingan dengan pendekatan kritik sastra lesbian-gay. Teks yang dibandingkan meliputi Ślokāntara, Wṛhaspati Tattwa, Kuṭaramānawa, Wirāṭaparwwa, Sĕrat Cĕnthini, Pakĕm Ringgit Gĕdhog, Panji Jayakusuma, Panji Kuda Narawangsa, Panji Bĕdhah Bali, dan Panji Murtasmara. Dari teks-teks yang dibandingkan, terdapat berbagai bentuk keragaman gender, orientasi seksual, dan narasi tentang cinta sesama jenis. Unsur-unsur LGBTQ+ memperlihatkan relasi keberadaan unsur maskulin dan feminin dalam satu tubuh. LGBTQ+ dalam karya sastra Jawa dipandang sebagai suatu kekurangan yang melekat pada manusia, tetapi juga dipandang sebagai takdir. Dalam hal tertentu seperti keberadaan gender netral dalam kesusastraan Jawa-Bali tidak dapat dilepaskan dari aspek religius-mistik.
References
Ajidarma, Seno Gumira. 2020. “The Sexual Orientation of Panji: Cultural Construction in Intermediation.” Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts 3 (2): 31–40. https://doi.org/10.31091/lekesan.v3i2.1167.
Alnoza, Muhammad, dan Dian Sulistyowati. 2021. “Konstruksi Masyarakat Jawa Kuno Terhadap Transgender Perempuan pada Abad ke-9-14 M.” Amerta, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi 39 (1): 51–64. https://doi.org/10.24832/amt.v39i1.51-64.
Barry, Peter. 2002. Beginning Theory: An Introduction to Literary and Cultural Theory. Manchester: Manchester University Press.
Devi, Sudarshana. 1957. Wṛhaspati-tattwa: An Old Javanese Philosophical Text. New Delhi: International Academy of Indian Culture.
Endraswara, Suwardi. 2010. Seksologi Jawa. Jakarta: Wedatama Widyasastra.
———. 2014. Metodologi Penelitian Sastra Bandingan. Jakarta: Bukupop.
Fikri, Muhammad Fajrul, dan Amika Wardana. 2019. “Mairil dan Perkembangan Orientasi Seksual Alumni Santri Pondok Pesantren.” Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi 8 (1): 37–46.
Gilchrist, Roberta. 2001. Gender and Archeology: Contesting the Past. London: Routledge.
Hartanto, Sugeng Imam. 2016. “Perspektif Gender pada Lengger Lanang Banyumas.” Pantun: Jurnal Ilmiah Seni Budaya 1 (2): 145–153.
Jongker, J. C. G. 1885. Een Oud-Javansch Wetboet Vergeleken met Indische Rechtsbronnen. Leiden: E. J. Brill.
Juynboll, H. H. 1912. Wirāṭaparwwa: Oudjavansch Prozageschrift. S’ Gravenhage: Martinus Nijhoff.
Kamajaya, dan H. Karkono K. Partokusumo. 1985a. Serat Centhini (Suluk Tambangraras) Jilid IV. Yogyakarta: Yayasan Centhini.
———. 1985b. Serat Centhini (Suluk Tambangraras) Jilid V. Yogyakarta: Yayasan Centhini.
Krismawati, Nia Ulfia, dkk. 2018. “Eksistensi Warok dan Gemblak di Tengah Masyarakat Muslim Ponorogo Tahun 1960-1980.” Religio: Jurnal Studi Agama-agama 8 (1): 116–138. https://doi.org/10.15642/religio.v8i1.747.
Lanank, Supozwa Begawan Asmara. 2022. “Pemaknaan Posisi Seks ‘Top’, ‘Vers’, dan ‘Bot’ di Kalangan Pengguna Aplikasi Kencan Daring Grindr untuk Homoseksual.” Dalam Dinamika Gender dan Seksualitas Kontemporer: Sebuah Antologi. Jakarta: UI Publishing.
Maimunah. 2014. “Understanding Queer Theory in Indonesian Popular Culture: Problem and Posibilities.” Lakon 3 (1): 43–69.
Marinucci, Mimi. 2010. Feminism is Queer: The Intimate Connection between Queer and Feminist Theory. London: Zed Books Ltd.
Mukhlishhin, Ahmad, dan Aan Suhendri. 2017. “Aplikasi Teori Sosiologi dalam Pengembangan Masyarakat Islam.” Inject, Interdisciplinary Journal of Communication 2 (2): 211–234. https://doi.org/10.18326/inject.v2i2.211-234.
Noegraha, Nindya, dkk. 2009. Serat Panji Jayakusuma. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.
Pandji Moertasmara. Manuskrip. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI).
Panji Jayakusuma. Manuskrip. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, Koleksi KBG 139.
Pañji Jaya Kusuma. Manuskrip. Berlin: Staatsbibliothek zu Berlin, Ms Or Quart 2112.
Panji Romance. Manuskrip. London: British Library, Or 15026.
Poespito, Soenarko H. 1979a. Serat Panji 1: Panji Mbedhah Nagari Bali. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
———. 1979b. Serat Panji 2: Panji Mbedhah Nagari Bali. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Rani, Sharada. 1957. Ślokāntara: An Old Javanese Didactic Text. New Delhi: International Academy of Indian Culture.
Rao, T. A. Gopinatha. 1916. Elements of Hindu Iconography Vol II Part 1. Madras: The Law Printing House.
Sastronaeryatmo, Moelyono, dan Indri Nitriani. 1983. Panji Kuda Narawangsa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Utomo, Imam Budi. 2001. Erotisme dalam Sastra Jawa Klasik. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Wiranata, Andri Dwi Wahyu, dan Abraham Nurcahyo. 2018. “Peranan Gemblak dalam Kehidupan Sosial Tokoh Warok Ponorogo.” Jurnal Agastya 8 (1): 94–106. http://doi.org/10.25273/ajsp.v8i01.2036.
Wiratama, Rudy. 2017. Serat Balungan Lampahan Ringgit Gedhog Gagrak Surakarta. Yogyakarta: Diandra Kreatif.
Yudhistira, Naufal Anggito. 2023. “Erotisme-Simbolis dalam Serat Panji Jayalengkara Angreni dan Panji Angreni Palembang dalam Perbandingan.” Tesis, Depok: Universitas Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Manuskripta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

