Kesinambungan dan Diskontinuitas dalam Kajian Pernaskahan Islam Nusantara: Analisis Bibliometrik dan Jaringan Sitasi Penelitian Naskah Kitab al-Samarqandī (1881–2023)

Authors

  • Muhammad Nabil Fahmi UIN Raden Mas Said Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.33656/manuskripta.v15i2.190

Keywords:

Keywords: Manuscript Studies, Bibliometric Analysis, Citation Network, as-Samarqandi Manuscript, Sustainable Research

Abstract

The study of Nusantara Islamic manuscripts, like academic studies in general, is grounded in the need to address existing research gaps while offering scholarly novelty. Thus, manuscript studies can foster sustainable scholarly discourse. However, research isolated from the broader landscape of related studies remains prevalent. This study aims to map the citation network of Nusantara Islamic manuscript studies, with a case study that focuses on the al-Samarqandī manuscript of Abū al-Layth. Using a bibliometric literature review, this study analyzes citation patterns across publications to uncover their underlying material realities. The findings reveal a discontinuity in studies of the al-Samarqandī manuscript between 1881 and 2023. This condition is attributed to the complexity of the manuscript tradition as well as disparities in the circulation and accessibility of academic references. Therefore, reforming academic culture, strengthening research infrastructure, and revitalizing multidisciplinary approaches to manuscript studies are essential for sustaining scholarly development in this field.

===

Kajian naskah Islam Nusantara, sebagaimana studi akademik pada umumnya, berpijak pada kebutuhan untuk mengisi celah penelitian sekaligus menawarkan kebaruan ilmiah. Dengan demikian, studi naskah dapat mendorong diskursus keilmuan yang berkelanjutan. Namun, riset yang terisolasi dari lanskap studi terkait masih sering ditemukan. Penelitian ini bertujuan memetakan jaringan sitasi naskah Islam Nusantara, dengan studi kasus pada naskah al-Samarqandī karya Abū al-Layth. Menggunakan tinjauan pustaka bibliometrik, studi ini menganalisis pola sitasi di berbagai publikasi untuk mengungkap realitas materi di baliknya. Temuan menunjukkan adanya diskontinuitas dalam studi naskah al-Samarqandī antara tahun 1881 dan 2023. Kondisi ini disebabkan oleh kompleksitas tradisi naskah serta ketimpangan sirkulasi dan aksesibilitas referensi akademik. Oleh karena itu, reformasi budaya akademik, penguatan infrastruktur penelitian, dan revitalisasi pendekatan multidisiplin sangat penting untuk menjaga keberlanjutan perkembangan ilmiah di bidang ini.

 

References

Muhammad Nabil Fahmi

Kesinambungan dan Diskontinuitas dalam Kajian Pernaskahan Islam Nusantara: Analisis Bibliometrik dan Jaringan Sitasi Penelitian Naskah Kitab as-Samarqandī (1881–2023)

Afiyani, A. D., Alfariza, R. D., Magfiroh, M., & Puspita, A. G. (2025). Bibliometric Analysis of Author Productivity of Articles Related to Islamic Manuscripts in Indonesia. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi Dan Kearsipan, 11(1), 1–17. https://doi.org/10.14710/lenpust.v11i1.66839

Alhamidi, W. Z. (2016). MASAAILA ‘AQIIDATU ‘L-ISLAM: Suntingan Teks, Analisis, Struktur dan Isi Berdasarkan Akidah Ahlu s’-Sunah wa ‘l-Jamaah. Unpublished Undergraduate Thesis, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Amalia, A. (2020). Nilai-Nilai Akidah dalam Manuskrip Kitab Asmarakandi Karya Abu Al-Laits Al-Samarqandi Tahun 1071 H (Kajian Filologis). Unpublished Undergraduate Thesis, IAIN Purwokerto.

Behrend, T. E. (1990). Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Jilid 1: Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Jakarta: Djambatan.

Behrend, T. E., & Pudjiastuti, T. (1997). Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Jilid 3-A Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Brown-Grant, R., Carmassi, P., Drossbach, G., Hedeman, A. D., Turner, V., & Ventura, L. (Eds.). (2019). Inscribing Knowledge in The Medieval Book: The Power of Paratexts. Berlin: Walter de Gruyter.

Ciotti, G., & Lin, H. (Eds.). (2016). Tracing Manuscripts in Time and Space through Paratexts. Berlin: Walter de Gruyter.

Dzar, M. A. (2016). Al-Masā’il dalam Islamic Catechism (Edisi Teks dan Terjemahan). Unpublished Undergraduate Thesis, Universitas Padjadjaran (UNPAD).

Fahmi, M. N. (2022). Manuscript Culture Kitab as-Samarqandī Abū Laiṡ: Signifikansi Fungsi Didaktis Manuskrip dalam Sejarah Pendidikan Islam di Nusantara pada Abad 16-19 M. Unpublished Master Thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Fahmi, M. N., & Muqowim. (2021). Kitab Asmarakandi sebagai Sumber Belajar Pendidikan Islam Awal di Nusantara. Jurnal SMaRT: Studi Masyarakat, Religi Dan Tradisi, 07(02), 242–253. https://doi.org/https://doi.org/10.18784/smart.v7i2.1403

Fakhriati, Mu’Jizah, Holil, M., & Permadi, T. (2022). Don’t Leave Indonesian Manuscripts in Danger: An Analysis of Digitalization and Preservation. De Gruyter: Preservation, Digital Technology and Culture, 51(1), 3–15. https://doi.org/10.1515/pdtc-2021-0017

Fang, L. Y. (2016). Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Fathurahman, O. (2014). Manuskrip dan Penguatan Kajian Khazanah Islam Pesantren: Sebuah Refleksi. Tashwirul Afkar, 34, 27–35.

Fathurahman, O. (2015). Filologi Indonesia: Teori dan Metode. Jakarta: Kencana.

Gallop, A. T. (2016). From Samarkand to Batavia: a Popular Islamic Catehism in Malay. Retrieved from The British Library website: https://britishlibrary.typepad.co.uk/asian-and-african/2016/01/from-samarkand-to-batavia-a-popular-islamic-catechism-in-malay.html, accessed on 20 January 2021

Heijer, J. den, & Massier, A. (1992). Seri INIS Jilid XIII: Pedoman Transliterasi Bahasa Arab (Billingual). Jakarta: Indonesian-Netherlands Cooperation in Islamic Studies (INIS).

Iswanto, A. (2016). Kecenderungan Kajian Manuskrip Keislaman Di Uin Syarif Hidayatullah Jakarta. Al-Qalam, 21(1), 107. https://doi.org/10.31969/alq.v21i1.202

Jandra, M. (1986). Asmarakandi: Sebuah Tinjauan dari Aspek Tasawuf. Yogyakarta: Dep. P dan K, Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (Javanologi).

Jandra, M. (2007). Pergumulan Islam Normatif dengan Budaya Lokal: Telaah Terhadap Naskah Asmarakandi. Unpublished Doctoral Thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Jandra, M. (2009). Pergumulan Islam Normatif dengan Budaya Lokal: Telaah terhadap Naskah Asmarakandi. Jakarta: Puslitbang Lektur Keagamaan Departemen Agama RI.

Johnston, M., & Dusse, M. Van. (2015). Introduction: Manuscripts and Cultural History. In The Medieval Manuscript Book: Cultural Approaches (pp. 1–16). Cambridge: Cambridge University Press.

Juynboll, A. W. . (1881). Een Moslimsche Catechimus in het Arabisch met eene Javaansche Interlinaire Vertaling in Pegoschrift. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde, 29(1), 215–231.

Karim, M. F. A. (2019). Fungsi Teks Risalah Abu Laits bagi Masyarakat Cirebon Saat Ini (Suntingan Teks dan Kajian Pragmatik). Unpublished, Jurnal Skripsi, Universitas Diponegoro (UNDIP).

Mu’min, S. (2011). Pembelajaran Tauhid dalam Kitab Bayan ’Aqidah Al-Usul Karya Abu Laits As-Samarqandi. Jurnal Pendidikan Islam El-Hayah, 1(2).

Mudrika. (2021). Katekismus Islami (Naskah Tanya Jawab Islam) Pendekatan Filologi. Unpublished Undergraduate Thesis, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Primasari, N. (2017). Naskah Samarkandi Bab Shalat: Makna Shalat dalam Perspektif Tasawuf. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 8(2), 57–102. https://doi.org/https://doi.org/10.37014/jumantara.v8i2.256

Primasari, N. (2018). Naskah Samarkandi Bab Ṣalat: Edisi Teks dan Makna dalam Ṣalat. Unpublished Master Thesis, Universitas Padjadjaran (UNPAD).

Setiyarini, D. A. (2022). Konsep Iman dalam Bab Kedua Kitab Aqaid 50 dan Sittin: Suntingan Teks dan Kajian Pragmatik. Unpublished, Jurnal Skripsi, Universitas Diponegoro (UNDIP).

Sudibyo. (2021). Komunitas Pelestari dan Pengkaji Naskah Lama Indonesia: Dalam Bayang-Bayang Kecenderungan Mazhab Filologi. In A. Iswanto & M. N. Fadlan (Eds.), Menyingkap Rahasia Kata: Masyarakat dan Naskah Nusantara (pp. 3–18). Tanggerang Selatan: Penerbit Manassa-DREAMSEA.

Supriatna, A., Marhadi, A., Hayunira, S., & Rasiah. (2023). Text Reception of The Manuscript Mas’ail as-Samarqandi Written by Syeikh Abu Laits as-Samarqandi. Jurnal Lektur Keagamaan, 21(1), 189–214. https://doi.org/10.31291/jlka.v21.i1.996

Wieringa, E. P. (2022). a Reverberating Echo From the Far Past the Role of the Asmarakandhi in Java’S Islamization Process. Ilmu Ushuluddin, 9(2), 173–192. https://doi.org/10.15408/iu.v9i2.29315

Downloads

Published

2026-01-08

How to Cite

Fahmi, M. N. (2026). Kesinambungan dan Diskontinuitas dalam Kajian Pernaskahan Islam Nusantara: Analisis Bibliometrik dan Jaringan Sitasi Penelitian Naskah Kitab al-Samarqandī (1881–2023). Manuskripta, 15(2), 233–267. https://doi.org/10.33656/manuskripta.v15i2.190