Teks-teks Lakon Wayang Karya Ki Widiprayitna Eks-Koleksi J. L. Moens: Jembatan Masa Lalu terhadap Kajian Filologi Pertunjukan
DOI:
https://doi.org/10.33656/manuskripta.v16i1.181Keywords:
Pakem Lakon, Transmediality, Widiprayitna, J. L. Moens, Symbols, Wayang Jawa, Alih Wahana, SimbolAbstract
This article examines the continuity and evolution of lakon wayang texts within the J.L. Moens collection, specifically those rewritten by Ki Widiprayitna. Moens’ initiative was pivotal in documenting Yogyakarta’s puppetry traditions, drawing from ancestral guidelines like Pancakaki and Grenteng. Widiprayitna’s adaptations mirror live performances, meticulously preserving structural elements such as janturan (narrative descriptions), pocapan (dialogue), and gendhing (musical cues). These texts, including the Pakem Ringgit Purwa, serve as vital records of the transition from oral performance to written media. The inclusion of character illustrations further enhances the dramatic technicality of these records. By applying philological transcription to Widiprayitna’s work, researchers can decode the essential symbols and modes that define these standardized plays. Ultimately, this study highlights Widiprayitna’s critical role in formalizing and preserving the rich heritage of Javanese shadow puppetry for future generations.
===
Artikel ini membahas eksistensi, kesinambungan, dan transformasi teks lakon wayang dalam koleksi J.L. Moens yang ditulis ulang oleh Ki Widiprayitna. Upaya Moens merupakan langkah krusial dalam mendokumentasikan pengetahuan pedalangan di Yogyakarta berdasarkan pakem-pakem leluhur seperti Pancakaki dan Grenteng. Tulisan yang dihimpun Widiprayitna disusun identik dengan struktur pertunjukan asli, mencakup elemen janturan, pocapan, hingga gendhing. Proses ini menandai peralihan medium dari pertunjukan lisan ke bentuk tertulis. Teks seperti Pakem Ringgit Purwa dalam koleksi ini menyimpan detail teknis serta rekaman sejarah pertunjukan masa lalu. Kehadiran ilustrasi tokoh wayang turut memperjelas aspek dramatik dan karakterisasi dalam cerita. Melalui transkripsi filologis terhadap karya Widiprayitna, kode, mode, dan simbol penting dapat terungkap. Secara keseluruhan, studi ini menyoroti peran vital Widiprayitna sebagai produser teks standar dalam melestarikan warisan budaya wayang kulit bagi generasi mendatang.
References
Bab Dhalang. n.d. Kode koleksi W 14/SK 59. Yogyakarta: Naskah koleksi Perpustakaan Museum Sonobudoyo.
Kasantikaning Raga 1. n.d. Kode koleksi WY. 42 NR 534a. Jakarta: Naskah koleksi Perpustakaan Universitas Indonesia.
Kasantikaning Raga 2. n.d. Kode koleksi WY. 43 NR 534b. Jakarta: Naskah koleksi Perpustakaan Universitas Indonesia.
Kasantikaning Raga 3-4. n.d. Kode koleksi WY. 44 NR 534c-d. Jakarta: Naskah koleksi Perpustakaan Universitas Indonesia.
Lakon Wayang. n.d. Kode koleksi AS 53. Jakarta: Naskah koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Pakem Kandhangwesi. n.d. Kode koleksi AS 60. Jakarta: Naskah koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Pakem Ringgit Purwa 3 Lampahan. n.d. Kode koleksi W 57/SK 39b. Yogyakarta: Naskah koleksi Perpustakaan Museum Sonobudoyo.
Pakem Ringgit Purwa 10 Lampahan. n.d. Kode koleksi W 58/SK 83. Yogyakarta: Naskah koleksi Perpustakaan Museum Sonobudoyo.
Serat Pakem Ringgit Purwa 7 Lampahan. n.d. Kode koleksi W 52/SK 17. Yogyakarta: Naskah koleksi Perpustakaan Museum Sonobudoyo.
Widiprayitna. n.d. Wayang Purwa Pakem Grenteng. Kode koleksi LOr 12.555. Leiden: Naskah koleksi Perpustakaan Universitas Leiden.
===
Arps, Bernard. 2016. Tall Tree, Nest of the Wind. The Javanese Shadow-Play Dewa Ruci Performed by Ki Anom Soeroto. A Study in Performance Philology. Singapore: National University of Singapore (NUS) Press.
Behrend, T.E., ed. 1990. Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 1. Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Jakarta: Penerbit Djambatan.
———. 1998. Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 4 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Ecole Française d’Extreme Orient.
Behrend, T.E., dan Titik Pudjiastuti, eds. 1997. Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 3-B. Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan Ecole Française d’Extreme Orient.
Bernhart, Walter, dan Werner Wolf, eds. 2007. Description in Literature and Other Media. Amsterdam-New York: Rodopi B.V. Amsterdam.
Christianto R, Wismanugraha. 2009. “Percantrikan Dalang Wayang Kulit Purwa Tradisi Jawatimuran.” Dalam Seni dalam Dimensi Bentuk, Ruang, dan Waktu, ed. Timbul Haryono. Jakarta: Wedatama Widyasastra.
Groenendael, Victoria M. Clara van. 1987. Dalang di Balik Wayang. Jakarta: Grafitti Press.
———. 2016. “Moens’ Written Transmission of Dalang Lore.” Wacana, Jurnal Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya 17 (3): 521-555.
Hadiprayitno, Timbul. 1988. “Pakeliran Ringgit Purwa Gaya Ngayogyakarta.” Makalah Yayasan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan ‘Panunggalan’ Lembaga Javanologi, Yogyakarta.
———. 1998. “Ikhwal Kelarisan Seorang Dalang dan Ilmu Pedalangan yang Tidak Monopolistik.” Dalam Inovasi dan Transformasi Wayang Kulit, ed. Kasidi Hadiprayitno. Yogyakarta: Lembaga Studi Jawa.
Mudjanattistomo, R.M., dkk. n.d. Pedalangan Ngayogyakarta Jilid 1 Gegaran Pamulangan Habirandha. Ngayogyakarta: Yayasan Habirandha.
Nojowirongko, M.Ng. 1958. Serat Tuntunan Pedalangan. Ngajogjakarta: Tjabang Bagian Bahasa, Djawatan Kebudajaan Kementrian P.P. dan K.
Nugroho, Sugeng, dkk. 2019. Pertunjukan Wayang Kulit Gaya Kerakyatan. Jawatimuran, Kedu, dan Banyumasan. Surakarta: ISI Press Surakarta.
———. 2025. Teori Sanggit dan Garap dalam Paradigma Penciptaan dan Pengkajian Karya Pedalangan. Surakarta: ISI Press Surakarta.
Pigeaud, Theodore G. Th. 1968. Literature of Java Volume II Descriptive List of Javanese Manuscripts. The Hague: Martinus Nyhoff.
Raharja, R. Bima Slamet. 2020. Pakem Ringgit Purwa. Tradisi Tulis Pedalangan di Yogyakarta Awal Abad XX. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.
———. 2025. “Wanda Tokoh Gathotkaca dalam Naskah Kasantikaning Raga. Kajian Bentuk, Fungsi, dan Naratif Pakem Pancakaki.” Disertasi, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Rahmawati, Salfia. 2019. Straatvertoningen: Transliterasi dan Terjemahan Naskah Seni Pertunjukan Jalanan. Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Rijasudibjaprana, Ki. 1957. “Sedjarah Pedalangan di Jogjakarta selama Duaratus Tahun.” Madjalah Pedalangan Pandjangmas 5 (4), 30 April. Jogjakarta: Pagujuban Anggara Kasih.
Soemodidjojo, R. 1952. Serat Asalipun Wajang. Njarijosaken Mula Bukanipun ing Tanah Djawi wonten Titingalan Wajang Purwa (Parwa). Ngajogjakarta: Pertjetakan Persatuan.
Soetarno. 2002. Pakeliran Pujosumarto. Nartosabdo dan Pakeliran Dekade 1996-2001. Surakarta: STSI Press Surakarta.
Sukistono, Dewanto. 2009. “Melacak Jejak Wayang Golek Menak Yogyakarta.” Dalam Seni dalam Dimensi Bentuk, Ruang, dan Waktu, ed. Timbul Haryono. Jakarta: Wedatama Widyasastra.
Sumanto. 2008. Pengenalan Seni Karawitan. Bahan Ajar Mata kuliah Karawitan. Yogyakarta: Jurusan Sastra Nusantara Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.
Widati, Sri, dkk. 2001. Ikhtisar Perkembangan Sastra Jawa Modern Periode Kemerdekaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wiryamartana, I. Kuntara. 1998a. “Popularitas Tidak Perlu Diburu.” Dalam Inovasi dan Transformasi Wayang Kulit, ed. Kasidi Hadiprayitno. Yogyakarta: Lembaga Studi Jawa.
———. 1998b. “Mahabharata dan Tradisi di Luar Kraton.” Dalam Inovasi dan Transformasi Wayang Kulit, ed. Kasidi Hadiprayitno. Yogyakarta: Lembaga Studi Jawa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Manuskripta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.