Penelusuran Jejak Sejarah Hubungan Sultan Sulu Badaruddin II dan T. H. Haynes melalui Eksplorasi Naskah Koleksi SOAS Universitas London

Authors

  • Nurul Afifah UIN Imam Bonjol, Padang

DOI:

https://doi.org/10.33656/manuskripta.v15i1.14

Keywords:

Sulu Sultanate, Sultan Badaruddin II, T.H. Haynes, British, Pearl, Kesultanan Sulu, Inggris, Mutiara

Abstract

This article discusses the relationship between Sultan Sulu Badaruddin II and T. H. Haynes, a British pearl trader. The connection between the two parties will be examined through the manuscripts found in the SOAS Digital Collection. The focus is on manuscripts that contain the relationship between the Sultan and Haynes. In the research, seven manuscripts with the collection code PP MS 26/04/03 were identified. The research aims to elucidate the relationship between Sultan Badaruddin II and Haynes and reconstruct Haynes's business activities. To achieve this goal, the research employs philological research methods, involving stages such as manuscript selection, transliteration, and historical background exploration. The research results indicate a positive business relationship between Sultan Badaruddin and Haynes. The investigation revealed no signs of conflict between them, and their collaboration proceeded smoothly until the Sultan's demise, leading to the conclusion of Haynes's pearl business in Sulu.

===

Artikel ini membahas tentang hubungan Sultan Sulu Badaruddin II dengan T. H. Haynes, seorang pebisnis mutiara asal Inggris. Hubungan kedua pihak ini akan dikaji melalui naskah-naskah yang ditemukan dari koleksi SOAS Digital Collection. Naskah yang dikaji hanyalah naskah yang mengandung hubungan antara Sultan dengan Haynes. Dari penelusuran, ditemukan tujuah buah naskah yang semuanya memiliki kode koleksi PP MS 26/04/03. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan Sultan Badaruddin II dengan Haynes serta merekonstruksi perjalanan Haynes dalam kegiatan bisnisnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan dengan menggunakan metode peneitian filologi, yaitu dengan beberapa tahap, yaitu tahap pemilihan naskah, transliterasi, selanjutnya penelusuran latar belakang sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk hubungan antara Sultan Badaruddin dengan Haynes merupakan hubungan bisnis yang baik. Setelah dilakukan penelusuran, juga tidak terlihat adanya persitegangan antara keduanya, dan kerjasama berjalan dengan baik sampai akhirnya Sultan wafat dan bisnis mutiara Haynes harus berakhir di Sulu.

References

Ali, Ismail. 2014. “Kebijaksanaan Kesultanan Sulu dalam Mengurustadbir Sumber Ekonomi di Pantai Timur Borneo Utara, 1704 – 1878.” SUSURGALUR: Jurnal Kajian Sejarah & Pendidikan Sejarah 2(2): 189–206.

Badaruddin II, Sultan. 1882. “Receipt for S700 from T. H. Haynes for The Purchase of 4 Pearls.” Singapura. Receipt. https://digital.soas.ac.uk/IBP0002080/00001.

———. 1883a. “Grant of Land in Soloo from Sultan of Sooloo.” Maimbung, Sulu. Surat. https://digital.soas.ac.uk/IBP0002077/00001.

———. 1883b. “Naskah Pemberian Izin Membangun Rumah bagi Haynes.” Sulu. Surat. https://digital.soas.ac.uk/IBP0002071/00001.

———. 1883c. “Naskah Pemberian Wewenang pada Haynes untuk Melakukan Kegiatan di Berbagai Pulau Sulu.” Sulu. Surat. https://digital.soas.ac.uk/IBP0002081/00001.

———. 1883d. “Naskah Pemberian Wewenang Sultan kepada Haynes Terkait Perekrutan Orang untuk Dikirim ke Australia.” Sulu. Surat. https://digital.soas.ac.uk/IBP0002075/00001.

———. 1883e. “Naskah Permintaan Tolong Sultan kepada Haynes untuk Mengirimkan Senjata dari Singapura ke Sulu.” Sulu. Surat. https://digital.soas.ac.uk/IBP0002076/00001.

Badaruddin II, Sultan, dan T. H. Haynes. 1882. “Memorandum of Agreement.” Dokumen Digital SOAS. https://digital.soas.ac.uk/IBP0002082/00001.

Barried, Siti Baroroh, dkk. 1994. Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta: Fakultas Sastra UGM.

Lestari, Khopipah Indah, dan Dewaki Kramadibrata. 2022. “Dinamika Hubungan Pemerintah Kolonial Belanda dengan Raja-raja Badung-Bali Berdasarkan Naskah Surat Perjanjian ML. 487.” Manuskripta 12(1): 37–54.

Mulyanto, Heru. 2021. “Sejarah Maritim Filipina: Etnis, Agama, Kebudayaan, dan Kehidupan Suku-Suku Maritim di Laut Sulu Abad Ke-18 – 20.” Metahumaniora 11(3): 297–313.

Nasution, Syamruddin, dan Abd Ghofur. 2017. “Perkembangan Islam di Sabah Malaysia (Perspektif Sosio-Historis).” TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama 9(2): 152–183.

Stanbury, Myra. 1994. “Mother of Pearl Shell Cultivation: An Early 20th Century Experiment in The Montebello Islands, Western Australia.” The Great Circle 16(2): 90–120.

Suryadi. 2007. “Surat-Surat Sultan Buton, Dayyan Asraruddin Dan Kaimuddin I, Koleksi Universiteitbibliotheek Leiden, Belanda.” HUMANIORA 19(3): 284–301.

Suva, Cesar Andres Miguel. 2020. “In The Shadow of 1881: The Death of Sultan Jamalul Alam and Its Impact on Colonial Transition in Sulu, Philippines from 1881-1904.” TRaNS: Trans-Regional and -National Studies of Southeast Asia 8(1): 1–15.

The British Museum. n.d. “Streeter & Co.” Diakses pada 30 Desember 2025. https://www.britishmuseum.org/collection/term/BIOG79576.

Warren, James Francis. 1981. The Sulu Zone 1768-1898: The Dynamics of External Trade, Slavery and Ethnicity in the Transformation of a Southeast Asian Maritime State. Singapura: Singapore University Press.

———. 2020. “Tea, Pearls and Pearl Shell: Cross-Cultural Trade, Slave Raiding and the Transformation of Material Worlds—The Sulu Zone, China and the West, 1349-1898.” Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society 93(2): 1–22. (Catatan: Melengkapi sumber jurnal yang hilang).

———. 2022. “Pearling and Slavery in the Sulu Zone, 1882–1884: The Letters and Diary of Thomas Henry Haynes.” Dalam The Palgrave Handbook of Global Slavery, eds. Damian Alan Pargas dan Felicia Roşu. Cham: Palgrave Macmillan, 451–472.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Afifah, N. (2025). Penelusuran Jejak Sejarah Hubungan Sultan Sulu Badaruddin II dan T. H. Haynes melalui Eksplorasi Naskah Koleksi SOAS Universitas London. Manuskripta, 15(1), 1–29. https://doi.org/10.33656/manuskripta.v15i1.14